Daftar Isi
Tulisan yang berjudul ”2 Penyebab Utama Manusia Masuk Neraka” ini adalah seri ke-19 dari serial Materi Kultum Ramadhan 1446 H yang ditulis oleh Ustadz Yasir Abdull Barr.
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ إِلَهُ الْأَوَّلِينَ وَالْآخِرِينَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ خَاتَمُ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ.
أُوصِيْكُمْ وَإِيَّايَ نَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ فَإِنَّهُ خَيْرُ زَادِ الرَّاحِلِينَ. أَمَّا بَعْدُ.
Puji syukur kita panjatkan kepada Allah Ta’ala atas segala limpahan nikmat, rahmat, dan hidayah-Nya. Dengan izin dan kekuatan dari-Nya semata, kita masih mampu mengisi bulan Ramadhan ini sesuai tuntunan syariat-Nya.
Shalawat dan salam senantiasa kita panjatkan teruntuk suri tauladan kita, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beserta segenap keluarga dan sahabatnya. Semoga kelak di akhirat kita mendapatkan syafaatnya. Amiin.
Dua Anggota Badan Ini Jadi Penyebab Utama Manusia Masuk Neraka
Jamaah shalat Tarawih yang dirahmati Allah…
Imam Ahmad hadits nomor 7907, at-Tirmidzi hadits nomor 2004, dan Ibnu Majah hadits nomor 4246 meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,
سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ النَّارَ، فَقَالَ: الفَمُ وَالفَرْجُ.
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya tentang perkara yang paling sering menyebabkan manusia masuk neraka? Maka beliau menjawab,‘Mulut dan kemaluan.’”
Dalam hadits tersebut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan bahwa manusia paling sering masuk neraka karena tidak mampu mengendalikan dua anggota badannya, yaitu mulut dan kemaluan.
Mulut dan kemaluan menjadi dua perkara yang paling sering menyebabkan seorang hamba masuk neraka.
Pertama: Mulut
Jamaah shalat Tarawih yang dirahmati Allah…
Kenapa demikian? Bagaimana penjelasannya?
Mulut adalah penyebab pertama yang paling sering menjerumuskan hamba ke dalam neraka. Hal itu karena manusia dan jin sering mempergunakan mulutnya untuk melakukan dosa-dosa.
Imam Abu Hamid al-Ghazali (w. 505 H) dalam Ihyâ’ Ulûmiddîn, Ibnu al-Jauzi (w. 597 H) dalam Minhâj al-Qâshidîn, Najmuddin Abul Abbas Ahmad bin Abdurrahman Ibnu Qudamah al-Maqdisi (w. 689 H) dalam Mukhtashar Minhâj al-Qâshidîn, an-Nawawi (w. 676 H) dalam al-Adzkâr, dan para ulama lainnya menyebutkan bahwa jumlah dosa yang dilakukan dengan mulut itu lebih dari lima belas jenis dosa.
Di antara dosa-dosa yang dilakukan dengan mulut adalah sebagai berikut.
- Berbicara tentang Allah, Rasul-Nya, atau agama-Nya tanpa landasan ilmu.
- Mengucapkan ucapan kekafiran atau kesyirikan.
- Bersumpah dengan menyebut selain nama Allah.
- Mengolok-olok Allah, Rasul-Nya, atau ajaran agama-Nya.
- Memakan makanan haram atau meminum minuman haram.
- Berkata dusta.
- Menggunjing orang lain atau ghibah.
- Mengadu domba atau namimah.
- Berkata jorok atau mesum.
- Mengejek atau merendahkan orang lain dengan kata-kata.
- Bersumpah palsu.
- Mencaci maki orang lain.
- Melaknat atau mengutuk orang lain.
- Debat kusir, yaitu berdebat tanpa landasan ilmu yang kuat dan benar, semata-mata untuk mencari pembenaran dan kemenangan, bukan untuk mencari kebenaran.
- Banyak berbicara atau mengobrol dalam hal-hal remeh yang tidak bermanfaat untuk urusan dunia maupun urusan akhirat.
- Berlebih-lebihan dalam bercanda.
- Terlalu banyak tertawa.
- Melantunkan nyanyian-nyanyian mesum atau puisi-puisi (syair-syair) mesum.
- Memberikan kesaksian palsu.
- Memuji-muji orang-orang fasik atau zalim.
Kedua: Kemaluan
Jamaah shalat Tarawih yang dirahmati Allah…
Perkara kedua yang paling sering menjerumuskan seorang hamba ke dalam neraka adalah kemaluan.
Para ulama menjelaskan bahwa manusia dikaruniai syahwat kemaluan, yaitu hasrat untuk melakukan hubungan seksual dengan lawan jenisnya, pada asalnya untuk dua tujuan pokok:
Tujuan pertama adalah merasakan kenikmatan hubungan seksual di dunia, sehingga dengannya ia bisa memikirkan dan menganalogikan kenikmatan hubungan seksual di surga kelak. Dengan demikian, ia hanya akan melakukan hubungan seksual yang halal semata di dunia, demi mendapatkan kenikmatan hubungan seksual di akhirat.
Tujuan kedua adalah menjaga eksistensi umat manusia dari kepunahan dengan melahirkan anak keturunan.
Jamaah shalat Tarawih yang dirahmati Allah…
Syariat Islam menetapkan aturan-aturan yang ketat dalam masalah tata cara berpakaian, berhias, dan bergaul dengan lawan jenis agar manusia tidak terjerumus kepada pelampiasan syahwat kemaluan yang haram.
Ketika manusia tidak mengindahkan dan tidak menaati aturan-aturan syariat Allah tersebut, niscaya ia akan bertindak seperti binatang, terjerumus mengejar dan melampiaskan kepuasan nafsu seksual tanpa peduli halal dan haram lagi. Akibatnya, ia terjerumus dalam dosa-dosa besar dengan kemaluannya.
Fikih Wanita: Pakaian Muslimah Harus Memenuhi 8 Syarat Ini
Di antara dosa-dosa besar yang dilakukan dengan kemaluan adalah
- Onani atau masturbasi.
- Zina, yaitu hubungan seksual antara seorang laki-laki dengan selain istri yang sah atau antara seorang perempuan dengan selain suami yang sah.
- Memperkosa, yaitu melakukan hubungan seksual dengan menggunakan unsur kekuatan atau paksaan kepada selain suami yang sah atau selain istri yang sah.
- Homoseksual atau gay, yaitu hubungan seksual antara sesama lelaki.
- Lesbian, yaitu hubungan seksual antara sesama perempuan.
- Menggauli istri pada daerah kemaluan saat ia haidh.
- Mencumbu istri pada daerah antara pusar dan lutut saat ia haidh.
- Menggauli istri pada lubang dubur.
- Menggauli istri pada siang hari bulan Ramadhan.
- Menggauli istri saat menunaikan rangkaian ibadah haji sebelum melakukan tahalul kedua.
Jamaah shalat Tarawih yang dirahmati Allah…
Shaum Ramadhan selama sebulan penuh merupakan wahana latihan bagi kita untuk mendisiplinkan mulut dan kemaluan kita. Jika di bulan Ramadhan kita terbiasa mengekang nafsu mulut dan nafsu kemaluan kita, maka diharapkan di luar bulan Ramadhan kita memiliki keinginan kuat, bahkan kesungguhan dan ketrampilan yang sama.
Demikian materi kultum Ramadhan dengan judul “2 Penyebab Utama Manusia Masuk Neraka”. Semoga bulan Ramadhan sukses menempa kita menjadi orang-orang yang mampu menjaga mulut dan kemaluannya. (Yasir Abdull Barr/dakwah.id)