materi kultum ramadhan standar minimal keislaman dakwah.id

Materi Kultum Ramadhan: Empat Standar Minimal Keislaman

Terakhir diperbarui pada · 713 views

Tulisan yang berjudul Empat Standar Minimal Keislaman ini adalah seri ke-10 dari serial Materi Kultum Ramadhan 1446 H yang ditulis oleh Ustadz Yasir Abdull Barr.

اْلحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَسْبَغَ عَلَيْنَا نِعَمَهُ الظَّاهِرَةَ وَالْبَاطِنَةَ. وَالصَّلاَةُ وَالَّسلاَمُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ الْمَبْعُوثِ بِالْقُدْوَةِ الْحَسَنَةِ, وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِينَ لَهُمْ بِاْلإِحْسَانِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ. أَمَّا بَعْدُ.

Segala puji milik Allah Ta’ala semata. Atas izin dan karunia-Nya, kita masih dapat bersua kembali dengan bulan Ramadhan yang penuh berkah pada tahun ini. Shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada suri teladan kita, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, keluarganya, sahabatnya, dan umatnya yang sabar mengamalkan petunjuknya. Amma ba’du.  

Jamaah shalat Tarawih yang dirahmati Allah…

Imam Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan hadits dari Thalhah bin Ubaidillah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya ada seorang laki-laki Arab badui dari daerah Najed. Ia mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di Madinah. Ternyata ia bertanya tentang Islam. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab,

خَمْسُ صَلَوَاتٍ فِي الْيَوْمِ وَاللَّيْلَةِ

Islam adalah menunaikan shalat wajib lima waktu dalam sehari-semalam.”

Orang Arab badui itu bertanya, “Apakah ada kewajiban shalat lainnya atas diriku?”

Beliau menjawab,

لَا، إِلَّا أَنْ تَطَّوَّعَ، وَصِيَامُ شَهْرِ رَمَضَانَ

Tidak ada, kecuali kalau engkau mau melakukan shalat-shalat sunnah. Kemudian engkau wajib menunaikan shaum Ramadhan.”

Orang Arab badui itu bertanya, “Apakah ada kewajiban shaum lainnya atas diriku?”

Beliau menjawab, “Tidak ada, kecuali kalau engkau mau melakukan shaum-shaum sunnah.” Kemudian beliau menjelaskan kewajiban zakat.

Orang Arab badui itu bertanya, “Apakah ada kewajiban zakat lainnya atas diriku?”

Beliau menjawab, “Tidak ada, kecuali kalau engkau mau mengeluarkan sedekah sunah.”

Setelah itu orang Arab badui tersebut berbalik untuk pulang, sambil berkata,

وَاللهِ، لَا أَزِيدُ عَلَى هَذَا، وَلَا أَنْقُصُ مِنْهُ

Demi Allah, aku tidak akan menambah sedikit pun (dengan amalan sunah) atas kewajiban-kewajiban ini, dan aku juga tidak akan mengurangi kewajiban-kewajiban ini sedikit pun.”

Mendengar ucapan orang Arab badui tersebut, beliau bersabda,

أَفْلَحَ إِنْ صَدَقَ

Ia telah beruntung apabila ia berkata jujur.” (HR. Al-Bukhari no. 46 dan Muslim no. 11)

Jamaah shalat Tarawih yang dirahmati Allah…

Orang Arab badui tersebut berasal dari daerah pedalaman padang pasir Najed, Jazirah Arab bagian timur. Tempat tersebut sangat jauh dari Madinah. Ia melakukan perjalanan jauh dari kampungnya ke Madinah, sampai pakaiannya berdebu dan rambutnya acak-acakan. Meskipun demikian, ia memiliki semangat untuk belajar Islam dan mengamalkannya.

Orang Arab badui itu menanyakan ajaran Islam kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Orang Arab badui itu hidup nomaden, berpindah-pindah di tengah gurun pasir, demi mencari rumput dan sumber air bagi ternak mereka.

Terhadap orang Arab badui yang penghidupannya keras dan berat seperti itu, beliau menjelaskan intisari ajaran Islam secara ringkas dan mudah.

Beliau menjelaskan bahwa setelah mengucapkan dua kalimat syahadat, ajaran Islam terpenting yang harus dilaksanakan setiap muslim adalah:

  1. Ibadah harian berupa mengerjakan shalat wajib lima waktu dalam sehari-semalam, yaitu shalat Zhuhur, Ashar, Maghrib, Isya’, dan Shubuh. Selain itu adalah shalat-shalat sunah.
  2. Ibadah fisik tahunan yaitu mengerjakan shaum Ramadhan selama sebulan penuh. Selain itu adalah shaum-shaum sunnah.
  3. Ibadah harta tahunan yaitu mengeluarkan zakat harta apabila telah memenuhi syarat-syaratnya. Selain itu, adalah sedekah dan infak yang hukumnya sunah.

Jamaah shalat Tarawih yang dirahmati Allah…

Orang Arab badui itu menegaskan bahwa ia akan mencukupkan diri dengan mengerjakan standar minimal keislaman, yaitu bersyahadat dan mengerjakan ketiga rukun Islam yang hukumnya wajib tersebut. Tanpa menguranginya sedikit pun. Juga tanpa menambahinya sedikit pun dengan mengerjakan amalan-amalan sunnah.

Mendengar pengakuan orang Arab badui tersebut, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

أَفْلَحَ إِنْ صَدَقَ،

“Sungguh ia telah beruntung apabila ia berkata jujur“,

Dalam riwayat lain,

دَخَلَ الجَنَّةَ إِنْ صَدَقَ

 “Sungguh ia akan masuk surga apabila ia berkata jujur.” (HR. Al-Bukhari no. 1891 dan Muslim no. 11)

Imam Ibnu Baththal Al-Maliki Abu Al-Hasan Ali bin Khalaf (w. 449 H) berkata, “Sabda beliau ‘Sungguh ia telah beruntung apabila ia berkata jujur’ menunjukkan bahwa apabila orang tersebut tidak jujur dalam melaksanakan kewajiban-kewajiban tersebut, niscaya ia tidak akan beruntung.” (Ibnu Baththal, Syarhu Shahîh Al-Bukhârî li-Ibni Baththâl, Juz 1 hal. 104)

Lebih lanjut, imam Imam Ibnu Baththal Al-Maliki  berkata, “Makna dari sabda beliau ‘Sungguh ia telah beruntung apabila ia berkata jujur’ adalah ia sukses meraih kebaikan dan kenikmatan yang kekal, abadi, tanpa pernah rusak (yaitu surga-Nya).”(Ibnu Baththal, Syarhu Shahîh Al-Bukhârî li-Ibni Baththâl, Juz 1 hal. 107)

Jamaah shalat Tarawih yang dirahmati Allah…

Seorang muslim wajib mengucapkan dua kalimat syahadat dan mengerjakan ketiga rukun Islam tersebut. Hal itu merupakan standar minimal keislaman dan keimanan.

Apabila standar minimal keislaman ini telah dilakukan oleh seorang hamba, niscaya ia sudah mendapat jaminan untuk meraih ridha Allah dan surga-Nya di akhirat kelak.

Hadits shahih di atas menunjukkan bahwa mengucapkan dua kalimat syahadat semata belumlah cukup untuk menilai seseorang sebagai seorang muslim. “Islam KTP” tidaklah cukup.

Ridha Allah dan surga-Nya tidak bisa diraih dengan sekedar mengucapkan dua kalimat syahadat, tanpa membuktikan kejujuran syahadat tersebut dengan menunaikan kewajiban-kewajiban Islam.

Muslim adalah orang yang mengucapkan dua kalimat syahadat dan tunduk kepada Allah Ta’ala dengan melaksanakan standar minimal keislaman, yaitu melaksanakan rukun-rukun Islam yang wajib.

Selain mengucapkan dua kalimat syahadat, ia harus menunaikan shalat lima waktu sehari semalam, menunaikan shaum Ramadhan, dan menunaikan zakat hartanya.

Apabila keempat hal itu telah dikerjakannya, maka ia adalah seorang muslim yang sesungguhnya. Ia adalah saudara bagi seluruh kaum muslimin lainnya.

Demikian materi kultum yang dapat saya sampaikan pada pertemuan kali ini, semoga Allah senantiasa menjaga keistiqamahan kita dalam berislam dan beriman. Wallahu a’lam bish-shawab. (Yasir Abdull Barr/dakwah.id)

Topik Terkait

5 2 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

0 Comments
Newest
Oldest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Discover more from Dakwah.ID

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading