materi kultum ramadhan meraih kemuliaan al-quran dakwah.id

Materi Kultum Ramadhan: Syarat Meraih Kemuliaan al-Quran

Terakhir diperbarui pada · 385 views

Tulisan yang berjudul “Syarat Meraih Kemuliaan al-Quran” ini adalah seri ke-17 dari serial Materi Kultum Ramadhan 1446 H yang ditulis oleh Ustadz Yasir Abdull Barr.

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ إِلَهُ الْأَوَّلِينَ وَالْآخِرِينَ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ خَاتَمُ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ. أُوصِيْكُمْ وَإِيَّاَي نَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ فَإِنَّهُ خَيْرُ زَادِ الرَّاحِلِينَ. أَمَّا بَعْدُ.

Puji syukur kita panjatkan kepada Allah Ta’ala atas segala limpahan nikmat, rahmat, dan hidayah-Nya. Dengan izin dan kekuatan dari-Nya semata, kita masih mampu mengisi bulan Ramadhan ini sesuai tuntunan syariat-Nya. Shalawat dan salam senantiasa kita panjatkan teruntuk suri tauladan kita, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beserta segenap keluarga dan sahabatnya. Semoga kelak di akhirat kita mendapatkan syafaatnya. Amiin.

Jamaah shalat Tarawih yang dirahmati Allah,

Di tanah air kita, mayoritas ulama dan masyarakat memperingati malam 17 Ramadhan sebagai malam nuzulul Quran, yaitu malam turunnya Al-Quran.

Al-Quran adalah mukjizat terbesar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Al-Quran memuat petunjuk, cahaya, dan kasih sayang kepada seluruh makhluk.

Al-Quran adalah samudra ilmu yang sangat luas dan tidak bertepi. Ilmu yang terkandung di dalam Al-Quran tidak akan pernah habis dipelajari, digali, dan disimpulkan oleh para ulama dari satu zaman ke zaman lainnya.

Baca juga: Hadits Lailatul Qadar

Al-Quran adalah firman Allah Yang Mahamulia. Allah memfirmankan Al-Quran dan menyampaikannya kepada malaikat yang paling mulia di langit, yaitu Jibril ‘alaihissalam.

Kemudian malaikat Jibril menyampaikan wahyu Al-Quran kepada manusia paling mulia di bumi, yaitu Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Jamaah shalat Tarawih yang dirahmati Allah,

Imam Al-Bukhari, Ahmad, Abu Daud, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah meriwayatkan dari Ustman bin Affan radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ القُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’ân dan mengajarkannya.”

Mayoritas ulama hadits meriwayatkan hadits tersebut dengan kata sambung huruf wâwu yang artinya “dan”, bukan dengan kata sambung aw yang artinya “atau”.

Maka hadits tersebut, untuk meraih kemuliaan al-Quran mempersyaratkan dua amalan sekaligus: mempelajari Al-Quran, setelah itu mengajarkan Al-Quran kepada orang lain.

Orang tersebut mendapat predikat “sebaik-baik orang di antara kalian” karena memadukan dua amalan:

Pertama, ia mempelajari Al-Quran sehingga membawa keshalihan dan manfaat untuk dirinya pribadi.

Kedua, ia mengajarkan Al-Quran kepada orang lain sehingga membawa keshalihan dan manfaat untuk orang lain. Demikian penjelasan Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam  Fathu Al-Bâri Syarh Shahîh Al-Bukhârî, Juz IX hal. 87.

Jamaah shalat Tarawih yang dirahmati Allah,

Dari hadits tersebut dapat dipahami bahwa orang yang hanya melakukan satu amalan saja tidak akan menjadi “sebaik-baik kalian” sebagai bentuk kemuliaan al-Quran.

Orang yang belajar membaca Al-Quran dari nol, hingga mampu membacanya dengan lancar dan benar sesuai kaidah ilmu tajwid, lalu ia menghafalnya sampai sukses menjadi hafizh Al-Quran 30 juz; tetapi setelah itu ia tidak mencurahkan usianya untuk menjadi pengajar Al-Quran di tengah masyarakat; orang seperti ini tidak meraih kemuliaan al-Quran dengan predikat “sebaik-baik kalian”.

Jamaah shalat Tarawih yang dirahmati Allah,

Perawi hadits shahih di atas dari kalangan tabi’in adalah Abu Abdurrahman As-Sulami. Nama lengkapnya adalah Abdullah bin Abdurrahman As-Sulami Al-Kufi. Ia dilahirkan di zaman Nabi, namun tidak sempat melihat Nabi. Ia adalah putra sahabat.

Di masa kecil, ia belajar Al-Quran hingga hafal Al-Quran 30 juz dan menyetorkan bacaannya kepada tiga ulama sahabat, yaitu Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, dan Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhum.

Baca Juga: Surat al-Qadar Arab dan Terjemah

Dalam Shahih Al-Bukhari, hadits nomor 5027 setelah lafal hadits di atas ada penjelasan:

وَأَقْرَأَ أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ فِي إِمْرَةِ عُثْمَانَ، حَتَّى كَانَ الحَجَّاجُ قَالَ: وَذَاكَ الَّذِي أَقْعَدَنِي مَقْعَدِي هَذَا

Abu Abdurrahman As-Sulami mengajarkan qira’at Al-Quran pada masa kekhalifahan Utsman bi Affan sampai zaman kegubernuran Hajjaj bin Yusuf Ats-Tsaqafi. Abu Abdurrahman As-Sulami berkata, “Hadits inilah yang membuatku bersabar duduk mengajar Al-Quran di tempat dudukku ini (masjid jami’ Kufah, Irak).”

Berapa lama gerangan beliau menjadi pengajar Al-Quran? Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani menjelaskan dalam kitab Fathu Al-Bâri Syarh Shahîh Al-Bukhârî, Juz IX halaman 88:

بَيْنَ أَوَّلِ خِلَافَةِ عُثْمَانَ وَآخِرِ وِلَايَةِ الْحَجَّاجِ اثْنَتَانِ وَسَبْعُونَ سَنَةً إِلَّا ثَلَاثَةَ أَشْهُرٍ وَبَيْنَ آخِرِ خِلَافَةِ عُثْمَانَ وَأَوَّلِ وِلَايَةِ الْحَجَّاجِ الْعِرَاقَ ثَمَانٍ وَثَلَاثُونَ سَنَةً

Jika dihitung dari awal masa kekhilafahan Utsman bin Affan hingga akhir masa kegubernuran Hajjaj bin Yusuf Ats-Tsaqafi, durasinya adalah 72 tahun kurang 3 bulan. Adapun jika dihitung dari akhir masa kekhilafahan Utsman dan awal kegubernuran Hajjaj di Irak, durasinya adalah 38 tahun.”

 Imam Jalaluddin As-Suyuthi (w. 911 H) dalam Thabaqât Al-Huffâzh halaman 27 menulis:

أَقْرَأَ الْقُرْآنَ أَرْبَعِينَ سَنَةً

Abu Abdurrahman As-Sulami mengajarkan qira’at Al-Quran selama 40 tahun.”

Jamaah shalat Tarawih yang dirahmati Allah,

Puluhan ribu generasi tabi’in dan tabi’it tabi’in di Irak mengambil tata-cara bacaan Al-Quran yang bersambung sanadnya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dari imam Abu Abdurrahman As-Sulami.

Tahukah Anda? Dari puluhan ribu murid tersebut, muncul satu murid yang menonjol sehingga menjadi salah satu imam dari tujuh imam qira’ah sab’ah.

Dialah imam Ashim bin Abi An-Najud Al-Kufi. Imam Ashim bin Abi An-Najud Al-Kufi mengajarkan qira’at Al-Quran kepada puluhan ribu umat Islam, dan di antara muridnya yang paling menonjol adalah Hafs bin Sulaiman Al-Kufi.

Kini, riwayat qira’at Hafs, dari Ashim, dari Abu Abdurrahman As-Sulami, dari Utsman, Ali, dan Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhum merupakan salah satu dari qira’at sab’ah yang paling banyak dipakai oleh umat Islam didunia. Lebih dari satu milyar umat Islam di seluruh penjuru dunia membaca Al-Quran dengan qira’at ini.

Allahu akbar, bisa Anda bayangkan aliran transferan pahala yang besar dari lebih dari satu milyar umat Islam kepada Abu Abdurrahman As-Sulami, karena kesabarannya dalam belajar dan mengajar Al-Quran. Tidakkah kisah hidupnya menjadi inspirasi bagi kita semua untuk meraih kemuliaan Al-Quran al-Karim?

Topik Terkait

Discover more from Dakwah.ID

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading