Gambar Materi Kultum Ramadhan Begini Taubat Abu Bakar Ash-Shiddiq dakwah.id

Materi Kultum Ramadhan: Begini Taubat Abu Bakar Ash-Shiddiq

Terakhir diperbarui pada · 407 views

Tulisan yang berjudul Begini Taubat Abu Bakar Ash-Shiddiq ini adalah seri ke-15 dari serial Materi Kultum Ramadhan 1446 H yang ditulis oleh Ustadz Yasir Abdull Barr.

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللّٰهُ.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ إِلٰهُ الْأَوَّلِينَ وَالْآخِرِينَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللّٰهِ خَاتَمُ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ.

أُوصِيْكُمْ وَإِيَّايَ نَفْسِي بِتَقْوَى اللّٰهِ فَإِنَّهُ خَيْرُ زَادِ الرَّاحِلِينَ. أَمَّا بَعْدُ.

Puji syukur kita panjatkan kepada Allah Ta’ala atas segala limpahan nikmat, rahmat, dan hidayah-Nya. Dengan izin dan kekuatan dari-Nya semata, kita masih mampu mengisi bulan Ramadhan ini sesuai tuntunan syariat-Nya.

Shalawat dan salam senantiasa kita panjatkan teruntuk suri tauladan kita, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, beserta segenap keluarga dan sahabatnya. Semoga kelak di akhirat kita mendapatkan syafaatnya. Amin.

Keutamaan Abu Bakar ash-Shiddiq

Jamaah shalat Tarawih yang dirahmati Allah…

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam adalah manusia terbaik di sisi Allah Ta’ala. Beliau lebih mulia dan utama dibandingkan seluruh nabi dan rasul lainnya. Hal itu telah ditegaskan oleh al-Quran, hadits shahih, dan ijmak (kesepakatan seluruh ulama mujtahidin).

Di antara seluruh umat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, sejak zaman kenabian beliau tahun 611 M sampai hari kiamat kelak, Abu Bakr ash-Shiddiq radhiyallahu anhu adalah manusia terbaik.

Abu Bakr ash-Shiddiq adalah sahabat yang paling utama dan paling mulia, dibandingkan seluruh sahabat lainnya dan seluruh umat Islam lainnya. Hal itu telah ditegaskan oleh al-Quran, hadits shahih, dan ijmak ulama.

Abu Bakr ash-Shiddiq adalah laki-laki dewasa yang pertama kali masuk Islam dan beriman kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Ia mendampingi dakwah dan perjuangan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam selama 13 tahun masa dakwah di Kota Mekkah.

Baca juga: Keislaman Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Pengaruhnya Terhadap Dakwah

Abu Bakr ash-Shiddiq telah merasakan segala bentuk ancaman, penindasan, penganiayaan, pemboikotan, dan percobaan pembunuhan dari orang-orang kafir Quraisy. Ia membela Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dengan harta, tenaga, pikiran, dan nyawanya.

Dalam kisah hijrah ke Madinah, Abu Bakr ash-Shiddiq radhiyallahu anhu mendampingi Rasulullah shallallahu alaihi wasallam saat bersembunyi di Gua Tsur, dan menempuh perjalanan yang sukar serta penuh bahaya, sehingga selamat dari pengejaran dan penangkapan oleh orang-orang kafir.

Jamaah shalat Tarawih yang dirahmati Allah…

Selama 10 tahun hidup di Madinah, Abu Bakr ash-Shiddiq senantiasa mendampingi dan membela Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dalam suka maupun duka. Ia ikut Perang Badar dan seluruh peperangan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam lainnya.

Abu Bakar ikut serta dalam Bai’at Ridhwan dan perjanjian damai Hudaibiyah. Ia ikut serta dalam pembebasan kota suci Mekkah, Perang Tabuk, dan Haji Wada’. Ia bahkan menginfakkan seluruh hartanya untuk membiayai Perang Tabuk.

Dengan seluruh perjuangan dan pengorbanan tersebut, Allah Ta’ala telah meridhainya dan menjamin surga untuknya, sebagaimana ditegaskan dalam Surat at-Taubah ayat 100,

وَالسّٰبِقُوْنَ الْاَوَّلُوْنَ مِنَ الْمُهٰجِرِيْنَ وَالْاَنْصَارِ وَالَّذِيْنَ اتَّبَعُوْهُمْ بِاِحْسَانٍۙ رَّضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمْ وَرَضُوْا عَنْهُ وَاَعَدَّ لَهُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ تَحْتَهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَآ اَبَدًا ۗذٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ

Dan orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah. Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung.”

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam juga mengabarkan berita gembira yaitu jaminan surga untuk Abu Bakr ash-Shiddiq, sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat at-Tirmidzi dari Abdurrahman bin Auf radhiyallahu anhu dan Sa’id bin Zaid radhiyallahu anhu.

Taubat Abu Bakar ash-Shiddiq

Jamaah shalat Tarawih yang dirahmati Allah…

Meskipun demikian, Abu Bakr ash-Shiddiq tidak pernah sombong, atau malas beramal shalih.

Justru ia semakin cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, semakin tekun beribadah, dan semakin takut terhadap dosa-dosa. Padahal, dosa apa yang dilakukannya? Ia sangat sedikit sekali melakukan dosa.

Imam al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan hadits dari Abu Bakr ash-Shiddiq radhiyallahu anhu bahwasanya ia berkata kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam,

عَلِّمْنِي دُعَاءً أَدْعُو بِهِ فِي صَلاَتِي.

“Wahai Rasul, ajarkanlah kepadaku sebuah doa yang bisa aku baca di dalam shalatku!”

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Bacalah doa berikut ini,

اللَّهُمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْمًا كَثِيرًا، وَلَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ، فَاغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ، وَارْحَمْنِي إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

Ya Allah, sesungguhnya aku telah menzalimi diriku sendiri dengan kezaliman yang banyak, sementara tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Engkau. Oleh karena itu, berilah aku ampunan dari sisi-Mu dan kasih sayangilah aku! Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (HR. Al-Bukhari no. 834; HR. Muslim no. 2705)

Baca juga: Memilih Makanan Halal dan Thayib, Begini Teladan Sahabat Abu Bakar

Jamaah shalat Tarawih yang dirahmati Allah…

Dalam hadits shahih di atas, Abu Bakr ash-Shiddiq meminta Rasulullah shallallahu alaihi wasallam untuk mengajarinya sebuah doa khusus, agar ia bisa berulang kali membacanya dalam shalatnya. Baik dalam kesempatan sujud, maupun dalam duduk tasyahud akhir setelah membaca shalawat.

Ternyata Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengajarinya doa yang “unik” dan istimewa. Beliau mengajarinya untuk merendahkan dirinya di hadapan keagungan Allah Ta’ala. Beliau mengajarinya untuk mengakui telah melakukan banyak dosa, kemudian memohon ampunan kepada-Nya semata.

Jamaah shalat Tarawih yang dirahmati Allah…

Apabila Abu Bakr ash-Shiddiq yang telah diridhai Allah dan Rasul-Nya, serta mendapat jaminan surga saja senantiasa memperbanyak bacaan doa “istimewa” tersebut dalam shalatnya, bagaimana lagi dengan kita yang banyak bergelimang dosa ini?

Bukankah kita lebih layak dan lebih wajib untuk sering membaca doa tersebut dalam shalat maupun di luar shalat?

Imam an-Nawawi Yahya bin Syaraf asy-Syafi’i (w. 676 H) dalam kitab al-Adzkâr, hal. 460—461, berkata, “Doa ini meskipun pada asalnya diajarkan untuk dibaca di dalam shalat, namun ia adalah sebuah doa yang bagus, berharga, dan shahih.

Oleh karenanya, doa ini disunahkan untuk dibaca dalam setiap tempat (yaitu di dalam shalat maupun di luar shalat: di masjid, rumah, jalan, maupun tempat baik lainnya, penerj.). Sebagaimana disebutkan dalam sebuah riwayat, Abu Bakr ash-Shiddiq berkata, ‘Wahai Rasul, ajarkanlah kepadaku sebuah doa yang bisa aku baca di dalam rumahku!’”

Demikian materi kultum dengan judul “Begini Taubat Abu Bakar ash-Shiddiq” yang dapat kami sampaikan. Semoga Allah senantiasa menjaga keistiqamahan kita dalam berislam dan beriman. Wallahu a’lam bish-shawab. (Yasir Abdull Barr/dakwah.id)

Topik Terkait

Discover more from Dakwah.ID

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading